Lima Bank Antusias Biayai Proyek Tol Kunciran-Serpong

 

JAKARTA, – Sejumlah bank menanamkan investasinya dalam pembangunan jalan Tol Kunciran-Serpong yang digagas PT Marga Trans Nusantara (MTN) bentukan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Astra Infra Toll Road.

Investasi itu merupakan bentuk antusiasme mereka pada pembangunan infrastruktur. Dana investasi direalisasikan dalam bentuk penandatanganan kredit sindikasi bernilai Rp 3,3 triliun untuk proyek jalan tol tersebut.

Mereka yang tertarik mengucurkan kredit tersebut adalah BNI, BRI, BCA, Bank Mandiri, dan Bank Riau Kepri.

“Penandatanganan kredit investasi ini sebagai bukti komitmen kami ( perbankan) untuk mendukung pembangunan infrastruktur,” ujar Senior Executive Vice President Large Corporate Bank Mandiri Dikdik Yustandi, Jumat (20/7/2018) di Jakarta.

Dia mengatakan, ini merupakan kerja sama yang baik karena melibatkan Jasa Marga sebagai badan usaha milik negara (BUMN) serta Astra Infra sebagai perusahaan swasta.

“Pembangunan infrastruktur tidak bisa ditanggung sendiri, perlu ada sinergi antara bank BUMN dan bank nasional,” ucap Dikdik.

Pernyataan itu diperkuat oleh perwakilan dari Jasa Marga, yaitu Direktur Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk Donny Arsal.

“Ini merupakan concern dari perbankan untuk pembangunan tol yang masif dalam tempo singkat, yaitu dua sampai tiga tahun,” kata Donny Arsal pada kesempatan yang sama.

Dia mengakui bahwa Jasa Marga mempunyai keterbatasan keuangan untuk membiayai proyek jalan tolnya. Maka dari itu, dibutuhkan bantuan dana dari perbankan.

“Ada keterbatasan dari balance sheet sponsor, dalam hal ini Jasa Marga. Kami berterima kasih kepada perbankan yang secara berkelanjutan memberikan dukungan,” ujarnya.

Donny berharap penandatanganan ini bisa memberikan kepastian dalam pembangunan jalan Tol Kunciran-Serpong.

Dia menegaskan, investasi ini bisa menambah modal pembangunan tol itu karena biaya yang dibutuhkan jumlahnya besar.

“Memperkuat struktur permodalan. Hasil right issue kita hanya Rp 1,7 triliun dan Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 1,2 triliun, sementara kebutuhan cukup besar,” imbuh Donny.

Donny menambahkan, pihaknya juga meminta agar pinjaman yang diberikan bank bisa didaur ulang. Sebab, pembangunan jalan tol berlangsung secara berkelanjutan.

“Kami minta bank tidak hanya pada pembiayaan awal, tapi juga dukungan agar pinjaman ini bisa di-recycle, melalui recycle program, karena pembangunan infrastruktur khususnya tol rasanya tidak berhenti,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *